S1 Pendidikan Matematika
FKIP - UNU Pasuruan
Transformasi Digital 5.0: Mengintegrasikan Kecerdasan Buatan dan Karakter Aswaja dalam Kurikulum Matematika
"Pendidikan bukan lagi sekadar transfer pengetahuan, melainkan proses membangun simpul-simpul kecerdasan di tengah belantara digital yang tak bertepi." Demikianlah filosofi utama yang melatarbelakangi peluncuran Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Literasi Digital terbaru di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan.
I. Paradigma Baru: Connectivism dan Karakter Santri
Menghadapi Semester Genap 2025/2026, Program Studi S1 Pendidikan Matematika UNU Pasuruan memperkenalkan pendekatan mata kuliah Literasi Digital (MKW-502) yang berpijak pada teori Connectivism. Dalam pandangan ini, mahasiswa tidak lagi diposisikan sebagai wadah kosong, melainkan sebagai simpul (node) dalam jaringan informasi global yang dinamis.
Namun, integrasi teknologi tidak berarti meninggalkan jati diri. Sebaliknya, RPS ini menekankan pentingnya filter etis Aswaja an-Nahdliyah. Nilai-nilai moderasi (Tawasuth), keseimbangan (Tawazun), tegak lurus (I'tidal), dan toleransi (Tasamuh) menjadi fondasi utama dalam setiap interaksi digital. Mahasiswa diajarkan untuk menjadi "Santri Digital" yang mampu menyebarkan pesan-pesan teduh dan berbasis data di tengah riuhnya polarisasi informasi di ruang siber.
Agenda Perkuliahan Semester Genap
Implementasi Senin • Prodi S1 Pendidikan Matematika
08:45 – 10:25
Ruang Teori I - Lt. 2
10:30 – 12:10
Ruang Multimedia - Gedung C
II. Penguasaan Teknologi: Dari Information Retrieval ke AI
RPS ini dirancang secara progresif melalui tiga blok materi utama. Blok pertama, The Digital Citizen, memfokuskan mahasiswa pada kedaulatan identitas dan keamanan digital. Teknik Information Retrieval tingkat lanjut diajarkan agar mahasiswa tidak hanya mengandalkan mesin pencari umum, melainkan mampu menembus basis data ilmiah seperti Scopus, DOAJ, dan Garuda untuk mendukung validitas argumen akademis mereka.
Memasuki blok kedua, Digital Creator, mahasiswa mulai bersentuhan dengan teknologi Artificial Intelligence (AI). Di sini, UNU Pasuruan mengambil langkah revolusioner dengan mengajarkan Prompt Engineering secara sistematis. Mahasiswa dilatih memberikan instruksi presisi pada model bahasa besar (LLM) untuk membantu menyusun kerangka naskah video edukasi atau menganalisis data awal riset etnomatematika.
"AI adalah mitra kreatif, bukan pengganti intelektualitas. Di UNU Pasuruan, kami mencetak kreator yang menggunakan mesin untuk melestarikan tradisi."
— Rani Darmayanti, M.Pd.
III. Etnomatematika: Jembatan Budaya dan Digitalisasi
Satu hal yang membuat RPS Literasi Digital di UNU Pasuruan unik adalah integrasi Etnomatematika Lokal Pasuruan. Mahasiswa ditantang untuk mengeksplorasi konsep-konsep matematika yang tersembunyi dalam kearifan lokal, seperti fraktal pada Batik Pasuruan, rasio geometri pada arsitektur Masjid Cheng Hoo, hingga pola perhitungan kalender tradisional.
Data lapangan ini kemudian diolah menggunakan aplikasi desain modern seperti Canva Magic Studio dan diedit menjadi dokumenter edukatif melalui CapCut. Luaran ini memastikan bahwa literasi digital tidak hanya berhenti pada kemampuan teknis, tetapi memberikan dampak nyata bagi pelestarian budaya lokal Pasuruan di kancah global.
IV. Integritas Akademik dan Publikasi Ilmiah
Meskipun penggunaan AI didorong, integritas akademik tetap menjadi prioritas tertinggi. Setiap tugas yang menggunakan AI wajib disertai dengan AI Usage Declaration dan sitasi yang benar. Selain itu, setiap artikel ilmiah yang dihasilkan mahasiswa harus melewati pengecekan orisinalitas melalui sistem Turnitin untuk memastikan tidak adanya plagiasi.
Target akhir dari mata kuliah ini bukan hanya nilai di kartu hasil studi, melainkan publikasi nyata. Mahasiswa didorong untuk mengirimkan artikel hasil riset mereka ke jurnal-jurnal nasional terakreditasi (SINTA). Dengan demikian, mahasiswa UNU Pasuruan tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga kontributor ilmu pengetahuan yang diakui secara luas.