Logo UNU Pasuruan

Legalitas & Redaksi

Konstitusi Intelektual Media Ilmiah Populer UPT P3H
Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan.

Manifesto Media

Pendaran Cahaya
Intelektual Nusantara

"Menjadi pusat diseminasi pemikiran ilmiah populer yang menjunjung tinggi nilai-nilai Aswaja, akurasi data, dan inklusivitas narasi bagi peradaban bangsa."

Media Ilmiah Populer UPT P3H Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan hadir sebagai respons terhadap kebutuhan akan kanal komunikasi yang menjembatani kekakuan bahasa akademis dengan kedinamisan kebutuhan publik. Kami memahami bahwa ilmu pengetahuan yang hanya bersemayam dalam jurnal tertutup adalah ilmu yang padam. Oleh karena itu, filosofi Sun Glow (Pendaran Cahaya) kami adopsi sebagai simbol kehangatan intelektual yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi. Kami berkomitmen untuk menyajikan konten yang tidak hanya cerdas secara kognitif tetapi juga bermartabat secara moral.

Misi Strategis

  • 01. Membangun ekosistem literasi berbasis verifikasi fakta yang ketat bagi civitas akademika dan praktisi di lingkungan Nahdlatul Ulama.
  • 02. Mendorong produksi konten kreatif yang mengintegrasikan sains modern dengan kearifan lokal Pesantren Nusantara.

Nilai Redaksional

  • ● Independensi penuh dari segala bentuk kepentingan politik praktis dan komersialisasi yang merugikan publik.
  • ● Komitmen tanpa kompromi pada standar anti-plagiarisme internasional dan kode etik jurnalistik ilmiah.

Protokol Editorial

Siklus Kurasi Berjenjang

Untuk memenuhi standar audit media ilmiah, setiap naskah yang masuk wajib melewati lima gerbang verifikasi ketat guna menjamin kualitas substansi, validitas data, dan legalitas konten sebelum dipublikasikan.

1
Internal Filtering

Verifikasi awal mengenai keselarasan naskah dengan visi institusi UNU Pasuruan dan standar etik Aswaja oleh tim editor junior.

2
Originality Scan

Pemindaian otomatis menggunakan AI dan perangkat lunak anti-plagiarisme berlisensi dengan ambang batas kesamaan maksimal 20%.

3
Expert Blind Review

Validasi mendalam oleh mitra bestari (ahli bidang ilmu terkait) tanpa identitas penulis guna menjaga objektivitas penilaian substansi.

4
Aesthetic Polishing

Penyelarasan gaya bahasa agar lebih populer tanpa mengurangi esensi ilmiah, serta penyiapan aset desain visual pendukung.

5
Archiving & Release

Pemberian nomor arsip digital resmi, penetapan hak kekayaan intelektual (HKI) internal, dan peluncuran publikasi ke kanal digital.

Konfigurasi Dewan Pakar

Rektor
Editor-in-Chief Advisor

Dr. Abu Amar Bustomi, M.Si

Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Selaku pemegang otoritas tertinggi di universitas, beliau menjamin bahwa setiap pendaran informasi dan karya ilmiah yang dirilis melalui media ini mencerminkan integritas akademik yang luhur serta keselarasan dengan cita-cita besar UNU Pasuruan dalam memajukan peradaban global.

Pimred

Rani Darmayanti, M.Pd.

Pemimpin Redaksi

Bertanggung jawab penuh atas manajemen operasional harian, mulai dari seleksi awal hingga proses kurasi akhir setiap naskah ilmiah populer.

Redpel

M. Rafli Faishal W, M.Pd.

Redaktur Pelaksana

Mengatur integrasi alur kerja antara tim kreatif dengan dewan pakar untuk memastikan konsistensi visual dan kualitas narasi akademik.

Statuta Hukum & Hak Cipta

Klausul Intelektual

Setiap naskah yang diterbitkan oleh UPT P3H UNU Pasuruan mendapatkan perlindungan hukum di bawah statuta universitas. Penulis memberikan hak publikasi eksklusif kepada institusi, sementara hak kekayaan intelektual (HKI) tetap melekat pada penulis sebagai wujud kontribusi orisinal terhadap ilmu pengetahuan. Segala bentuk kutipan wajib mengikuti tata cara sitasi yang berlaku secara akademis.

Disclaimer Operasional

Dewan Redaksi memiliki otoritas absolut untuk melakukan penyuntingan substantif tanpa mengubah esensi keilmuan penulis guna memastikan keterbacaan oleh khalayak luas. Penyebarluasan konten di luar platform resmi tanpa izin tertulis dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hak cipta. Penulis bertanggung jawab penuh atas keaslian ide dan pernyataan dalam tulisannya masing-masing.