logo
UPT P3H

ARJUNU Perkuat Tata Kelola Jurnal PTNU, Hasil Forum Strategis Dibawa ke Forum Rektor PTNU se-Indonesia

Rani Darmayanti Rani Darmayanti
27 Aug 2026
5,059 views
ARJUNU Perkuat Tata Kelola Jurnal PTNU, Hasil Forum Strategis Dibawa ke Forum Rektor PTNU se-Indonesia
```
Jurnal & Publikasi Ilmiah

ARJUNU Perkuat Tata Kelola Jurnal PTNU,
Hasil Forum Strategis Dibawa ke Forum Rektor PTNU se-Indonesia

Forum Strategis Pengelolaan Jurnal PTNU menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat tata kelola jurnal, kapasitas editor, riset, publikasi ilmiah, dan kolaborasi di lingkungan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama.

📍 Kediri 📅 Kamis, 27 Agustus 2026 🏛️ UIT Lirboyo
```
``` Forum Strategis Pengelolaan Jurnal PTNU ARJUNU di Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri
Forum Strategis Pengelolaan Jurnal PTNU yang digelar ARJUNU di Universitas Islam Tribakti Lirboyo, Kediri.
```

Kediri – Asosiasi Relawan dan Pengelola Jurnal Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (ARJUNU) menggelar Forum Strategis Pengelolaan Jurnal PTNU: Transformasi Tata Kelola dan Penguatan Kapasitas Editor dalam Implementasi Kebijakan Baru ARJUNA, Kamis, 27 Agustus 2026, di Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo, Kediri.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian menuju Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 tersebut menjadi ruang strategis yang mempertemukan pengelola jurnal PTNU dengan pemangku kepentingan untuk membahas kebijakan terbaru ARJUNA, peningkatan kapasitas editor, penguatan tata kelola jurnal, serta peluang kolaborasi riset dan publikasi ilmiah di lingkungan PTNU.

Forum menghadirkan Dr. Nur Khafid, S.Th.I., M.Sc., Kasubit Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI; Dr. Alif Nuryanto, Kasubtim Penelitian dan Pengelolaan HKI; serta narasumber utama Dr. Busro dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Rani Darmayanti dari Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan.

Kemenag Dorong Jurnal PTNU Perkuat Kolaborasi dan Manfaatkan Program

Dalam forum tersebut, Dr. Nur Khafid, S.Th.I., M.Sc. mendorong jurnal-jurnal di lingkungan PTKIN, PTKIS, dan PTNU untuk semakin memperkuat kolaborasi dan memanfaatkan berbagai program yang tersedia di Kementerian Agama RI.

Menurutnya, masih terdapat berbagai peluang program yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh dosen. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi antara perguruan tinggi, pengelola jurnal, komunitas akademik, dan Kementerian Agama perlu semakin diperkuat agar berbagai program tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Salah satu bentuk kolaborasi yang mulai dikembangkan bersama ARJUNU adalah peningkatan kapasitas penulisan melalui program Short Course, dengan target luaran publikasi sekurang-kurangnya pada jurnal terakreditasi SINTA 2.

Selain program tersebut, Kementerian Agama dan ARJUNU juga membuka peluang pengembangan berbagai agenda kolaboratif ke depan dalam peningkatan kapasitas dosen, penguatan publikasi ilmiah, serta pengembangan kualitas jurnal PTNU.

Kolaborasi ini diharapkan dapat semakin membuka akses bagi dosen dan pengelola jurnal PTNU terhadap berbagai program pemerintah sekaligus memperkuat kontribusi PTNU dalam ekosistem riset dan publikasi ilmiah nasional.

Kolaborasi menjadi salah satu kunci penguatan jurnal PTNU. Pengelola jurnal, perguruan tinggi, komunitas akademik, dan pemerintah diharapkan dapat membangun kerja sama yang berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas dosen, publikasi ilmiah, dan kualitas jurnal.

ARJUNU dan Kemenag Bahas Revitalisasi Roadmap Riset PTNU

Forum strategis ini tidak hanya membahas pengelolaan jurnal, tetapi juga membuka agenda yang lebih luas mengenai penguatan ekosistem riset PTNU.

Dr. Alif Nuryanto, Kasubtim Penelitian dan Pengelolaan HKI, bersama ARJUNU akan menindaklanjuti pembahasan mengenai revitalisasi roadmap riset PTNU, khususnya untuk mendorong pemetaan dan penguatan arah riset perguruan tinggi Nahdlatul Ulama secara nasional.

Revitalisasi roadmap tersebut diharapkan dapat membantu PTNU mengidentifikasi kekuatan dan kekhasan riset masing-masing perguruan tinggi, menentukan bidang-bidang prioritas, serta membuka ruang kolaborasi riset antarkampus.

Dengan demikian, penguatan jurnal tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari ekosistem yang saling terhubung antara riset, publikasi ilmiah, jurnal, kekayaan intelektual, dan hilirisasi hasil penelitian.

Agenda ini sekaligus membuka peluang bagi ARJUNU untuk memperluas perannya, tidak hanya sebagai jejaring pengelola jurnal PTNU, tetapi juga sebagai penghubung kolaborasi akademik dan riset antarkampus di lingkungan Nahdlatul Ulama.

UIT Lirboyo Apresiasi Forum Strategis ARJUNU

Wakil Rektor II Universitas Islam Tribakti Lirboyo, Dr. M. Arif Khoirudin, S.Sos.I., M.Pd.I., mengapresiasi pelaksanaan Forum Strategis Pengelolaan Jurnal PTNU di UIT Lirboyo. Sebagai akademisi yang juga aktif sebagai editor jurnal terakreditasi SINTA 2, ia menilai forum tersebut penting untuk memperkuat kapasitas editor sekaligus membangun jejaring dengan para pemangku kepentingan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ARJUNU yang dilaksanakan di UIT Lirboyo. Forum ini menjadi kesempatan yang baik bagi para editor untuk meningkatkan kapasitas, berbagi pengalaman, sekaligus membangun koneksi langsung dengan pemangku kepentingan, khususnya dari Kementerian Agama RI,” ujar Arif.

Ia menambahkan, UIT Lirboyo terus mendorong peningkatan kualitas jurnal. Saat ini, tiga jurnal di lingkungan UIT Lirboyo telah terakreditasi SINTA 2, sementara jurnal lainnya berada pada peringkat SINTA 3 dan SINTA 4.

Kegiatan ini diketuai oleh Mubaidi Sulaiman, M.Ag., yang juga merupakan Editor in Chief jurnal terakreditasi SINTA 2 di UIT Lirboyo.

Hasil Forum Langsung Dibawa ke Forum Rektor PTNU se-Indonesia

Ketua ARJUNU, Dr. Fifi Khoirul Fitriyah, M.Pd., menegaskan bahwa forum strategis tersebut tidak diarahkan berhenti pada diskusi, tetapi harus menghasilkan agenda tindak lanjut yang konkret.

Berbagai peluang kolaborasi yang muncul dalam pertemuan dengan Kementerian Agama RI akan segera ditindaklanjuti oleh ARJUNU. Hasil forum juga akan dibawa ke tingkat pimpinan perguruan tinggi agar penguatan jurnal dan riset memperoleh dukungan kelembagaan yang lebih kuat.

“Hasil diskusi hari ini akan segera kami follow up bersama Kementerian Agama RI. Besok, 28 Agustus 2026, poin-poin strategis dari forum ini juga akan kami sampaikan dalam Forum Rektor PTNU se-Indonesia di Hotel Kusuma Kertosono. Penguatan jurnal tidak cukup menjadi pekerjaan editor, tetapi perlu menjadi bagian dari kebijakan dan komitmen pimpinan perguruan tinggi,” ujar Fifi.

Menurut Fifi, pengembangan jurnal menuju SINTA 1 dan SINTA 2, bahkan menuju rekognisi internasional, membutuhkan ekosistem yang mendukung. Editor tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan institusi, sumber daya manusia yang memadai, penguatan riset, jejaring reviewer dan editor, serta kolaborasi antarlembaga.

Karena itu, ARJUNU akan terus memperkuat perannya sebagai jembatan antara editor, perguruan tinggi, pemerintah, dan jejaring akademik, sehingga persoalan yang dihadapi pengelola jurnal dapat bertemu dengan kebijakan, program, serta dukungan kelembagaan yang relevan.

Dari Forum Editor Menuju Agenda Strategis PTNU

Pelaksanaan Forum Strategis Pengelolaan Jurnal PTNU di UIT Lirboyo menjadi bagian dari ikhtiar ARJUNU dalam rangkaian menuju Muktamar NU ke-35 untuk membawa isu penguatan riset, jurnal, dan publikasi ilmiah ke ruang yang lebih strategis.

Forum di Kediri menjadi ruang konsolidasi dan perumusan gagasan di tingkat editor dan pemangku kepentingan. Hasilnya selanjutnya akan dibawa pada Forum Rektor PTNU se-Indonesia, 28 Agustus 2026, agar dapat memperoleh penguatan dan dukungan pada tingkat pimpinan perguruan tinggi.

ARJUNU berharap pola kolaborasi tersebut dapat melahirkan gerakan bersama untuk memperkuat kualitas jurnal PTNU, memperluas akses terhadap program riset dan publikasi, membangun roadmap riset yang lebih terarah, serta mendorong semakin banyak jurnal PTNU mencapai SINTA 1, SINTA 2, dan rekognisi internasional.

Melalui momentum menuju Muktamar NU ke-35, penguatan jurnal dan riset diharapkan tidak hanya menjadi agenda para editor dan peneliti, tetapi berkembang menjadi bagian dari agenda strategis penguatan pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama di Indonesia.

ARJUNU Jurnal PTNU UIT Lirboyo Kemenag RI ARJUNA SINTA Riset PTNU Publikasi Ilmiah Forum Rektor PTNU
ARJUNU — Forum Strategis Pengelolaan Jurnal PTNU 2026 Penguatan tata kelola jurnal, kapasitas editor, riset, dan publikasi ilmiah PTNU.

Bagikan Artikel

Rani Darmayanti

Rani Darmayanti

Penulis di UPT P3H Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan