PASURUAN, 07 Mei 2026 – Dalam upaya mewujudkan visi besar menjadi universitas yang unggul dan kompetitif dalam ranah riset serta publikasi ilmiah, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan melalui Unit Pelaksana Teknis Penerbitan, Plagiarisme, Pengelolaan Jurnal dan Prosiding serta HAKI (UPT P3H) mengambil langkah strategis yang terukur. Bertempat di Ruang Rapat Rektorat, telah dilaksanakan seremoni penandatanganan Pakta Komitmen & Monitoring sebagai tindak lanjut nyata atas Audit Internal Kesiapan Akreditasi Jurnal dan Prosiding periode April 2026.
Kegiatan ini merupakan respons cepat dan sistematis terhadap hasil audit komprehensif yang telah memetakan klaster kesiapan jurnal-jurnal di lingkungan institusi secara mendalam. Berdasarkan hasil audit tersebut, lima jurnal utama telah ditetapkan untuk masuk ke dalam skema intensif "Program Karantina Akreditasi". Program ini dirancang khusus sebagai inkubator untuk memastikan keberhasilan submit dan perolehan nilai maksimal pada portal ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional) di bawah naungan Kemendiktisaintek.

Pilar Reputasi dan Kematangan Ekosistem Riset
Kepala UPT P3H UNU Pasuruan, Rani Darmayanti, M.Pd., dalam sambutan pembukaannya menekankan bahwa keberadaan jurnal terakreditasi bukan sekadar pemenuhan beban administrasi atau formalitas akademik semata, melainkan manifestasi dari pilar utama reputasi institusi. Di tengah persaingan global perguruan tinggi yang semakin ketat, jumlah jurnal yang terakreditasi nasional (SINTA) maupun yang bereputasi internasional merupakan indikator validitas atas kualitas dan kematangan ekosistem riset di sebuah universitas.
"Kita memiliki ambisi besar agar publikasi kita tidak hanya menjadi arsip digital yang pasif atau sekadar angka dalam statistik. Melalui program karantina ini, kita sedang membangun fondasi ekosistem publikasi mandiri yang kredibel dan diakui secara luas. Institusi yang memiliki portofolio jurnal yang kuat secara otomatis memiliki daya saing tinggi dalam instrumen Akreditasi Institusi (AIPT) serta mampu mendongkrak peringkat universitas di level nasional," tegas Rani dengan penuh optimisme.
Penandatanganan Pakta Komitmen: Disiplin dan Integritas Pengelola
Momen penting dalam acara tersebut ditandai dengan kehadiran dan komitmen nyata dari para pengelola jurnal terpilih. Adapun jurnal-jurnal yang hadir dan melakukan koordinasi intensif dalam penandatanganan pakta integritas ini adalah Jurnal Tarbawi, Jurnal Ashlach, Jurnal Tasharruf, dan Jurnal Cashless. Keempat jurnal tersebut telah melalui serangkaian evaluasi ketat yang melibatkan pemeriksaan kualitas substansi naskah, keragaman profil mitra bestari (peer-reviewer), hingga kepatuhan administratif yang rigid terhadap standar ARJUNA.

Gambar: Prosesi penandatanganan Pakta Komitmen oleh para pengelola jurnal di bawah koordinasi UPT P3H UNU Pasuruan sebagai komitmen kolektif menuju akreditasi nasional.
Pakta integritas ini diposisikan sebagai kontrak kinerja yang mengikat secara profesional bagi para pengelola jurnal. Mereka diwajibkan untuk menuntaskan empat tahapan kritis dalam fase karantina dengan standar kualitas yang tidak bisa ditawar:
Pembersihan Metadata & Legalitas Administratif: Langkah ini mencakup sinkronisasi menyeluruh data e-ISSN/p-ISSN di pangkalan data BRIN agar selaras dengan entitas hukum UNU Pasuruan. Hal ini termasuk pembersihan residu nama lembaga lama (STAIS) pada profil OJS yang secara historis terbukti menjadi faktor risiko tinggi penyebab penolakan instan oleh tim penilai akreditasi nasional.
Optimalisasi Infrastruktur Digital & Keamanan: Tim IT akan memastikan stabilitas penggunaan OJS v3, pemutakhiran sertifikat keamanan SSL untuk menjamin integritas data, serta verifikasi aktivasi DOI Crossref pada setiap artikel. Hal ini krusial untuk memastikan keterbacaan (discoverability) naskah di mesin pencari ilmiah internasional.
Penguatan Substansi, Novelty, & Gaya Selingkung: Fokus utama pada tahap ini adalah peningkatan kualitas referensi dengan mewajibkan rujukan primer (minimal 80%) dari jurnal ilmiah bereputasi dalam rentang waktu 5-10 tahun terakhir. Para editor didampingi untuk mempertajam narasi research gap dan novelty (kebaruan) agar setiap naskah memiliki argumen akademik yang kuat dan tidak hanya bersifat deskriptif-permukaan.
Manajemen Review Terintegrasi & Akuntabel: Setiap langkah dalam proses editorial, mulai dari submission hingga production, wajib terekam secara sistemik di dalam backend OJS. Penggunaan kanal komunikasi informal seperti pesan pribadi yang tidak terekam sistem harus dihindari sepenuhnya dan dialihkan ke sistem OJS demi menjaga transparansi dan akuntabilitas proses peer-review di mata asesor.
Mengadopsi Kesuksesan Jurnal Ashlach sebagai Benchmark
PKehadiran tim Jurnal Ashlach dalam pertemuan ini memberikan nilai tambah tersendiri. Sebagai jurnal yang telah membuktikan kualitasnya dengan meraih peringkat SINTA 4, Ashlach kini menjadi standar emas (benchmark) bagi jurnal lainnya di lingkungan UNU Pasuruan. Pengalaman Ashlach dalam mengelola workflow OJS secara tertib diharapkan dapat ditularkan kepada pengelola Jurnal Tarbawi, Tasharruf, dan Cashless agar proses akreditasi berjalan mulus.

Strategi Mitigasi Risiko dan Sistem Monitoring Harian
Dalam analisis temuan kritis, auditor menggarisbawahi bahwa aspek "Narasi Kedalaman Ilmu" seringkali menjadi titik lemah. Seringkali sebuah naskah ditolak bukan karena data penelitiannya yang lemah, melainkan karena kegagalan penulis dan editor dalam membingkai signifikansi temuan terhadap teori yang ada. Oleh karena itu, selama periode intensif Mei hingga Juni 2026, UPT P3H akan memberlakukan sistem monitoring harian yang ketat.
"Kami tidak hanya memberikan instruksi, tetapi melakukan pendampingan teknis step-by-step. Setiap progres perbaikan, baik itu perbaikan metadata di level artikel maupun perbaikan substansi pada abstrak, akan dipantau secara harian. Kami bertekad meminimalisir kendala teknis sekecil apa pun yang dapat menghambat momentum saat proses submission massal ke portal ARJUNA dilakukan pada bulan Juni mendatang," tambah Rani Darmayanti.
Program ini juga berfungsi sebagai fase pembinaan bagi jurnal-jurnal yang belum lolos audit tahap awal, seperti Jurnal Dimensi dan Jurnal Maslahat. Pengelola kedua jurnal ini diarahkan untuk melakukan perbaikan fundamental pada tata kelola IT dan konsistensi periode penerbitan sebelum diizinkan masuk ke fase akreditasi pada siklus berikutnya.
Harapan bagi Masa Depan Publikasi UNU Pasuruan
Dengan semangat dan tagline "Publikasi Unggul, Institusi Terpuji", langkah strategis ini diharapkan menjadi katalisator bagi seluruh sivitas akademika, baik dosen maupun mahasiswa, untuk terus memacu kualitas karya tulis ilmiah mereka. Keberadaan jurnal terakreditasi yang dikelola dengan standar profesional akan memberikan kemudahan dan kebanggaan bagi peneliti UNU Pasuruan dalam mendiseminasikan hasil pemikiran mereka pada platform yang diakui secara nasional dan internasional.
Dedikasi tanpa henti dari para editor dalam program karantina ini diharapkan mampu menghasilkan pencapaian terukur berupa kenaikan peringkat SINTA secara kolektif. Hal ini secara otomatis akan memberikan dampak domino pada peningkatan klasterisasi perguruan tinggi UNU Pasuruan di tingkat nasional, sekaligus memperkokoh posisi universitas dalam peta persaingan akademik di Indonesia.
Lampiran Terkait yang Wajib Disiapkan:
Laporan Komprehensif Hasil Audit Internal Kesiapan Akreditasi 2026.pdf
Panduan Teknis Standarisasi Penulisan & Metadata Jurnal (Edisi Revisi ARJUNA).pdf
Matriks Jadwal Monitoring Harian & Logbook Karantina Mei-Juni.xlsx
"Integritas dalam publikasi adalah cermin martabat sebuah institusi. Mari kita jadikan setiap lembar jurnal sebagai kontribusi nyata bagi peradaban ilmu pengetahuan. Dedikasi yang kita curahkan hari ini bukan sekadar mengejar status, melainkan investasi warisan intelektual bagi generasi mendatang. Kerja keras kita dalam ketelitian administratif dan ketajaman substansi adalah jalan lurus menuju rekognisi dunia. Teruslah berkarya, karena publikasi adalah cara kita abadi dalam ingatan ilmu pengetahuan."
Tag: #UNUPasuruan #UPTP3H #AkreditasiJurnal #SINTA #ARJUNA #RisetDanPublikasi #KaryaIlmiah #JurnalTasharruf #JurnalCEJou #Ekliptika #Cashless #Tarbawi