Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan p3h@unupasuruan.ac.id
JRN Jurnal & Prosiding
Ashlach : Journal of Islamic Education
ashlach

Ashlach : Journal of Islamic Education

Ashlach : Journal of Islamic Education (p-ISSN: 2988-1277, e-ISSN: 2988-1285) is a biannually published journal in April and October. This journal was published by Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan Indonesia. This journal is intended as a vehicle for critical thinking and opened to all circles (academics, religionists, intellectuals and students) with specifications of studies and research in the fields of Islam Education, Islamic Education, and even Management of Islamic Education.

Ashlach this Islamic Education Journal was published online for the first time in April 2023. This journal can be accessed openly by anyone, the content inside can be downloaded without having to tell the author and institution. Content can also be copied, distributed, printed, or cited to full text and does not have to ask permission from the publisher or the author.

Address of Program Studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin Pasuruan.
Jl. Raya Warungdowo, Pohjentrek, Pasuruan. 67171, Indonesia
Phone/Fax. (0343) 5617767, E-mail: pai@staispasuruan.ac.id

2
Total Issue
9
Total Artikel
2026
Tahun Terbit
Koleksi

Issue & Artikel

Vol. 4 No. 2 (2026)

Vol. 4 No. 02 (2026): Ashlach: Journal of Islamic Education

5 artikel

Proses Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)

Aditya Putra Ramadhan, Lukman Hakim

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 220 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru PAI, serta guru PAK, guru BK, dan peserta didik sebagai informan pendukung, serta studi dokumentasi terhadap perangkat pembelajaran, seperti modul ajar, tujuan pembelajaran, dan kegiatan pembiasaan sekolah. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan menggunakan prinsip Aswaja An-Nahdliyah sebagai lensa analisis, hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dilakukan melalui integrasi nilai tawasuth, tawazun, ‘adl, tasamuh, i’tidal dan amar ma’ruf nahi munkar ke dalam tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran, serta kegiatan pembiasaan peserta didik. Guru PAI juga merancang pembelajaran yang kontekstual dan inklusif dengan menanamkan sikap toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan penguatan karakter religius moderat. Temuan ini menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran PAI memiliki peran penting dalam membentuk peserta didik yang moderat, toleran, dan berakhlak mulia. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya penguatan nilai-nilai moderasi beragama sejak tahap perencanaan pembelajaran sebagai upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan harmonis. Orisinalitas penelitian ini terletak pada kajian mendalam mengenai integrasi nilai-nilai moderasi beragama dalam perencanaan pembelajaran PAI pada jenjang sekolah menengah pertama.

Internalisasi Nilai Pendidikan Karakter pada Generasi Alpha dalam Menghadapi Disrupsi Moral Digital

Diah Anisa Lestari, Najwa Kamila Zada, Naela Noviatul Izza, Lailatus Syifa Azzahro, Rodianto Rodianto

Abstrak

Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik moral Generasi Alpha, bentuk disrupsi moral digital, serta strategi internalisasi pendidikan karakter berbasis Aswaja An-Nahdliyah. Metodologi: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur. Data dianalisis menggunakan analisis isi terhadap literatur terkait Generasi Alpha, pendidikan karakter, literasi digital, akhlak Islami, dan Aswaja An-Nahdliyah. Digital Akhlak Filter ditawarkan sebagai kerangka integratif antara literasi digital, akhlak Islami, dan nilai Aswaja. Temuan: Hasil kajian menunjukkan bahwa moral Generasi Alpha dipengaruhi tidak hanya oleh keluarga dan pendidikan formal, tetapi juga oleh ekosistem digital. Disrupsi moral meliputi pergeseran etika komunikasi, paparan konten negatif, cyberbullying, penyebaran informasi tanpa verifikasi, dan ketergantungan teknologi. Nilai tawassuth, tasamuh, tawazun, dan i'tidal dapat menjadi landasan etika dalam membentuk perilaku digital yang moderat, toleran, seimbang, dan bertanggung jawab. Implikasi: Penelitian ini memberikan landasan konseptual bagi pengembangan pendidikan karakter Islam yang adaptif terhadap lingkungan digital. Orisinalitas: Penelitian menawarkan Digital Akhlak Filter sebagai kerangka konseptual internalisasi akhlak Islami dan nilai Aswaja An-Nahdliyah bagi Generasi Alpha.

Implementasi Joyful Learning Berbantu Canva AI Dalam Pembelajaran PAI Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMAN 1 Kota Kediri

Zulkhoirian Syahri, Edi Nurhidin

Abstrak

Hasil belajar siswa yang masih rendah disebabkan oleh proses pembelajaran yang cenderung monoton, kurang interaktif, dan minim pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi. Kondisi tersebut menyebabkan peserta didik kurang aktif, mudah merasa bosan, serta kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran PAI. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui pemanfaatan teknologi digital, salah satunya CanvaAI. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi joyful learning berbantu CanvaAI dalam pembelajaran PAI untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SMAN 1 Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi joyful learning berbantu CanvaAI mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan, interaktif, dan partisipatif. Penggunaan CanvaAI juga meningkatkan motivasi belajar, kreativitas, keterlibatan aktif, serta rasa percaya diri siswa dalam pembelajaran PAI. Dengan demikian, pemanfaatan CanvaAI dapat menjadi inovasi pembelajaran yang relevan dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa di era digital.

Pedagogical Transformation Through Student-Centered Learning in Islamic Religious Education under the Kurikulum Merdeka Framework: A Qualitative Case Study

Almas Dzakiyyah, Muhammad Ja'far Nashir

Abstrak

This study examines how instructional planning, classroom facilitation, assessment, and institutional support interact in Student-Centered Learning (SCL) within Islamic Religious Education under Kurikulum Merdeka. A qualitative case study at SMP Muhammadiyah 7 Banyudono Program Khusus drew on five interviews dated 6 June 2026 with the principal, a PAI teacher, and three Grade VIII students, together with a completed classroom observation form and documentation records. Analysis followed data condensation, display, and conclusion verification. The findings identify topic-sensitive methods, teacher explanation combined with questioning and practice, process-oriented assessment, and support through supervision and monthly teacher discussion. Participation was uneven, and group cooperation, lesson time, and access to shared equipment posed constraints. Practical Fiqh activities connected religious understanding to performance, while approachable teacher–student relationships created opportunities for moral conversation. These findings suggest pathways toward value internalization, but do not establish sustained behavioural change. The article proposes a contextual model connecting four pedagogical dimensions and discusses its relevance to Indonesia’s diverse Islamic educational institutions while retaining the Muhammadiyah identity of the case.

Implementasi Manajemen Kelas Dalam Penciptaan Lingkungan Belajar Yang Kondusif di MAN 8 Jombang

Rohmatus Sakdiyah, Asep Kurniawan

Abstrak

Keberhasilan pembelajaran bergantung pada manajemen kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana manajemen kelas, lingkungan belajar, dan manajemen kelas yang efektif di gunakan di MAN 8 Jombang untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di mana semua siswa menikmati waktu mereka dengan baik. Studi ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dan menguunakan jesnis studi kasus. Observasi, wawancara, dan dokumenatsi adalah metode pengumpulan data. Informasi [penelitian terdiri dari direktur sekolah, guru, wali kelas, dan peserta didik. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen kelas di MAN 8 Jombang dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Lingkungan belajar yang kondusif tercermin dari kondisi fisik kelas yang nyaman, hubungan sosial yang harmonis, serta suasana psikologis yang mendukung pembelajaran. Implementasi manajemen kelas berkontribusi secara signifikan terhadap terciptanya lingkungan belajar yang kondusif melalui pengelolaan kelas yang terstruktur, penggunaan metode pembelajaran yang variatif, pemberian motivasi, dan penegakan disiplin secara konsisten. Dengan demikian, manajemen kelas yang efektif mampu mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara optimal.

Vol. 4 No. 1 (2026)

Vol. 4 No. 01 (2026): Ashlach: Journal Of Islamic Education

4 artikel

Implementasi Program Tahfiz Qur’an Dalam Meningkatkan Minat Membaca Al-Qur’an Siswa Di MAN Tapanuli Selatan

Sanusi Siregar, Zulhammi, Zainal Efendi Hasibuan

Abstrak

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Program Tahfiz Qur’an di MAN Tapanuli Selatan, mengetahui respon dan partisipasi siswa terhadap program tersebut, serta menganalisis dampaknya dalam meningkatkan minat membaca Al-Qur’an siswa. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian di MAN Tapanuli Selatan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Tahfiz Qur'an di MAN Tapanuli Selatan telah dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang terintegrasi dalam kurikulum madrasah. Respon siswa terhadap program ini sangat positif, ditandai dengan tingginya ketertarikan, partisipasi, dan antusiasme dalam mengikuti kegiatan tahfiz. Program ini juga terbukti meningkatkan minat membaca Al-Qur'an melalui peningkatan kemampuan membaca, pembentukan kebiasaan membaca secara rutin, serta meningkatnya motivasi untuk membaca dan muroja'ah secara mandiri. Implikasi: Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Program Tahfiz Qur'an yang terintegrasi dalam kurikulum dan dilaksanakan secara sistematis dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan minat membaca Al-Qur'an sekaligus membangun budaya literasi Al-Qur'an di madrasah. Orisinalitas: Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan mengkaji keterkaitan antara implementasi Program Tahfiz Qur'an, respons siswa, dan peningkatan minat membaca Al-Qur'an sebagai budaya belajar, yang masih jarang dikaji secara khusus pada konteks Madrasah Aliyah Negeri.

Pengalaman Belajar Siswa dan Teori Perkembangan Jean Piaget: Studi Proses Belajar Mengajar di Sekolah Dasar Islam Terpadu

Ishak Syairozi, Nur Irsyadiah, Syahrullah

Abstrak

Tujuan: Penelitian ini menggali perkembangan proses belajar mengajar di SDIT Al-Barkah Bekasi dan SDIT As-Sa’adah Condet Jakarta Timur dengan landasan komponen tersebut dan pengamatan pengalaman belajar siswa melalui teori perkembangan Jean Piaget. Metode: Penelitian menggunakan kualitatif deskriptif untuk menggali gambaran pengalaman belajar siswa di sekolah tersebut. Teknik yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta didukung dengan data kepustakaan yang relevan dengan judul penelitian. Selanjutnya data-data terkumpul diolah, dianalisis, disimpulkan dan dideskripsikan untuk memberikan makna. Untuk memperoleh hasil yang benar dan baik dalam menganalisis data, penulis menggunakan teknik analisis isi, yaitu pembahasan mendalam terhadap semua informasi data. Temuan: Penelitian ini menggambarkan perkembangan siswa sekolah dasar pada; 1) Fase pra operational, siswa kelas I-II telah memasuki ranah kognitif C1, awal C2 dengan belajar mengenal dan berbicara merespon informasi guru, dan pada siswa kelas II-III mulai pada C2 dan C3 dalam konsep pembelajaran meski baru tingkatan rendah. 2) Fase concrete operational thought, siswa kelas III-IV sudah masuk tingkat C4 dan C5 dengan menafsirkan suatu masalah dari berbagai dimensi dan membandingkan objek yang ada. 3) Fase operational formal, siswa kelas V-VI sudah dapat berpikir tentang objek yang bersifat abstrak dan mampu berpikir secara kritis. Implikasi: Penelitian ini meneguhkan perlunya pengembangan teori dalam praktik pembelajaran di SDIT Al-Barkah Bekasi dan SDIT As-Sa’adah Condet Jakarta Timur. Orisinalitas: Penelitian ini memberikan kontribusi dalam konstruk pembelajaran ranah kognitif pada setiap jenjang kelas pada setiap fasenya.

Penguatan Karakter Santri Melalui Kitab Minhajul Abidin Karya Imam Al-Ghazali Di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Kaliacar

Ahmad Zainun Nuri, Kustiana Arisanti, Moch Yunus

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penguatan karakter santri melalui pembelajaran Kitab Minhajul Abidin, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut, serta mendeskripsikan karakter santri setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala pondok, ustadzah, ustadz, santri, alumni, dan wali santri. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter santri dilaksanakan melalui pembelajaran Kitab Minhajul Abidin yang diintegrasikan dengan keteladanan, pembiasaan ibadah, pengawasan, serta budaya kehidupan pesantren. Nilai-nilai karakter yang berkembang meliputi religiusitas, kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, kesabaran, keikhlasan, kemandirian, dan kepedulian sosial. Proses tersebut didukung oleh lingkungan pesantren yang kondusif, keteladanan guru, pembiasaan kegiatan keagamaan, serta dukungan keluarga, sedangkan hambatan yang ditemukan meliputi perbedaan latar belakang santri, pengaruh media sosial, dan lingkungan sosial di luar pesantren. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Kitab Minhajul Abidin berperan sebagai salah satu media internalisasi nilai yang mendukung penguatan karakter santri melalui proses pembelajaran, pembiasaan, dan keteladanan secara berkelanjutan sehingga nilai-nilai tersebut tetap tercermin dalam kehidupan alumni setelah kembali ke lingkungan masyarakat.

Historiografi dan Nilai Pendidikan-Kepemimpinan Dalam Sirah Nabawiyah (Tinjauan Literatur Periode Mekkah dan Madinah)

Benies Husaeni, Sofwatillah Amin, Itoh Masitoh, Mia Revi Ukhtiani, Ika Safitri

Abstrak

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan historiografi sirah Nabi Muhammad saw dari periode klasik hingga modern serta mengkaji nilai pendidikan, dan kepemimpinan yang termanifestasi dalam dua fase utama kenabian, yakni periode mekkah dan madinah. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan desain yang digunakan literature review deskriptif-analistis dengan mengkaji karya-karya klasik sirah dan penelitian ilmiah kontemporer. Data dianalisis secara tematik dengan mengelompokkan temuan pada tiga fokus, Historiografi sirah, periode mekkah dan madinah. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa historiografi sirah mengalami evolusi signifikan dari pendekatan naratif-riwayat menuju analisis tematik-historis. Implikasi: Penelitian ini memberikan implikasi terhadap model pendidikan karakter berbasis tauhid dan akhlak pada periode mekkah dan periode madinah memperlihatkan implementasi kepemimpinan sosial-politik berbasih nilai islam, sehingga dapat diadopsi dalam dunia pendidikan. Orisinalitas: Penelitian ini memberikan kontribusi yang relevan sebagai model pendiidkan karakter dan kepemimpinan transformasi di era modern.