Akselerasi Budaya Akademik: Jurnal Ashlach Raih Akreditasi SINTA 4, LPPM dan UPT P3H Serahkan Stimulan Prestasi guna Perkuat Rekognisi Akademik
PASURUAN, Kamis, 07 Mei 2026 – Dunia pendidikan tinggi saat ini menuntut integritas dan rekognisi yang kuat dalam bidang publikasi ilmiah. Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan, sebagai institusi yang terus bertransformasi menuju keunggulan akademik, kembali mencatatkan momentum bersejarah. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Penerbitan, Plagiarisme, Jurnal, dan HKI (UPT P3H) secara resmi menyerahkan penghargaan stimulan prestasi kepada tim pengelola Jurnal Ashlach atas keberhasilan meraih peringkat akreditasi nasional SINTA 4 pada batch evaluasi periode Mei 2026.

Pencapaian ini bukan sekadar keberhasilan administratif, melainkan sebuah manifestasi dari dedikasi kolektif dalam menjaga marwah ilmu pengetahuan melalui tata kelola jurnal yang rigid dan akuntabel. Keberhasilan Jurnal Ashlach menembus peringkat SINTA 4 menjadi bukti bahwa standar kualitas publikasi di UNU Pasuruan telah sejajar dengan tuntutan nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui sistem ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional).
Transformasi Digital melalui SIM P3H Zen Ecosystem
Keberhasilan ini tidak dapat dilepaskan dari peran teknologi sebagai pilar pendukung utama. UNU Pasuruan telah mengimplementasikan platform SIM P3H Zen Ecosystem, sebuah sistem manajemen terpadu yang memungkinkan pemantauan instrumen akreditasi secara real-time. Dengan fitur "Hall of Fame", sistem ini memberikan transparansi penuh terhadap skor kepatuhan (Compliance Score) pengelola jurnal.

Kepala LPPM dan Kepala UPT P3H saat menyerahkan berkas penghargaan secara simbolis kepada tim pengelola Jurnal Ashlach.
Stimulan Prestasi: Investasi Rekam Jejak Akademik
Sebagai bentuk rekognisi nyata, universitas melalui skema kebijakan LPPM dan UPT P3H memberikan dana stimulan pengembangan sebesar Rp 4.500.000,-. Namun, berbeda dengan bantuan dana operasional pada umumnya, stimulan ini dirancang dengan visi akademik jangka panjang. Dana tersebut dialokasikan secara strategis untuk membiayai publikasi ilmiah seluruh personel pengelola inti Jurnal Ashlach pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 3.
Fasilitas pembiayaan publikasi ini diberikan sebanyak satu edisi setiap tahunnya untuk setiap personel pengelola inti. Komitmen ini akan terus berlaku secara konsisten hingga masa berlaku sertifikat akreditasi Jurnal Ashlach saat ini berakhir. Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa para pengelola jurnal tidak hanya mahir dalam sisi manajemen editorial, tetapi juga produktif dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas yang dipublikasikan pada jurnal yang memiliki peringkat akreditasi lebih tinggi.

Ekspresi optimisme tim pengelola Jurnal Ashlach bersama pimpinan lembaga, menunjukkan sinergi kuat menuju standar rekognisi nasional.
"Kami ingin menciptakan ekosistem di mana kemajuan jurnal berbanding lurus dengan peningkatan kualitas personal pengelolanya. Dengan memfasilitasi publikasi mereka di peringkat SINTA 3, universitas secara tidak langsung sedang membangun rekam jejak akademik (ID SINTA) para dosen pengelola agar siap menghadapi tantangan kenaikan jabatan fungsional maupun persiapan akreditasi jurnal ke peringkat yang lebih tinggi di masa depan," tegas Kepala UPT P3H dalam sambutannya.
Sinergi Lembaga dan Visi Strategis
Kehadiran Kepala LPPM dalam seremoni penyerahan penghargaan ini mempertegas posisi strategis publikasi ilmiah dalam peta jalan penelitian universitas. Beliau menyampaikan bahwa penguatan jurnal ilmiah adalah instrumen utama dalam meningkatkan daya saing institusi. Jurnal yang terakreditasi bukan hanya menjadi wadah desiminasi hasil riset, tetapi juga menjadi bukti kontribusi universitas terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.
Sinergi antara LPPM dan UPT P3H dalam mengawal proses akreditasi ini merupakan model kolaborasi yang akan diterapkan pada seluruh jurnal di lingkungan UNU Pasuruan. Program pendampingan intensif yang mencakup audit etika publikasi, verifikasi rujukan primer, hingga pemeriksaan plagiarisme melalui sistem terintegrasi, akan terus diperluas jangkauannya.

Antarmuka sistem SIM P3H Zen Ecosystem yang menampilkan visualisasi data pencapaian Jurnal Ashlach dalam fitur 'Hall of Fame'.
"Kita harus mengadopsi budaya 'Zero Delay' dalam penerbitan. Jurnal Ashlach telah membuktikan bahwa ketepatan waktu dan kualitas substansi adalah kunci memenangkan kepercayaan asesor nasional. Kami berharap keberhasilan ini memicu gelombang motivasi bagi pengelola jurnal lain di lingkungan UNU Pasuruan agar segera bermigrasi ke standar manajemen yang lebih profesional," tambah Kepala LPPM.
Menuju Tantangan Masa Depan: SINTA 3 dan Reputasi Internasional
Pencapaian SINTA 4 bagi Jurnal Ashlach dianggap sebagai batu loncatan strategis. Dengan dukungan fasilitas pendampingan mitra SINTA 3 dan akses publikasi eksternal, target berikutnya adalah peningkatan kualitas rujukan naskah agar memiliki sitasi yang lebih luas. Peningkatan sitasi ini krusial untuk mendongkrak skor impact factor jurnal dalam jangka panjang.
Ke depan, universitas berkomitmen untuk terus meningkatkan alokasi anggaran riset dan publikasi. Skema insentif berbasis prestasi seperti yang diterima oleh Jurnal Ashlach akan menjadi standar baru dalam memicu produktivitas dosen dan peneliti. Hal ini selaras dengan visi UNU Pasuruan untuk bertransformasi menjadi pusat unggulan pengembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang inklusif.

Visualisasi penghargaan resmi Jurnal Ashlach yang dipublikasikan melalui Portal SINTA sebagai bentuk transparansi dan apresiasi.
Sebagai penutup rangkaian acara, dilakukan sesi dokumentasi yang dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan dan tim editor. Semangat yang terpancar menunjukkan bahwa UNU Pasuruan kini berada pada jalur yang tepat dalam pembangunan reputasi akademik. Prestasi Jurnal Ashlach adalah kemenangan bagi seluruh civitas akademika, sekaligus tantangan bagi unit lain untuk terus berinovasi dalam pengabdian dan penelitian ilmiah.
MOTIVASI AKADEMIK
"Sebuah institusi pendidikan tinggi dinilai bukan hanya dari megahnya bangunan fisiknya, melainkan dari kedalaman intelektualitas naskah-naskah ilmiah yang dipublikasikannya. Pencapaian SINTA 4 oleh Jurnal Ashlach adalah bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang bagi lahirnya karya-karya berkualitas tinggi. Mari kita jadikan pencapaian ini sebagai pengingat bahwa dedikasi terhadap kualitas rujukan dan konsistensi publikasi adalah investasi terbaik bagi peradaban masa depan. Teruslah berkarya, karena setiap goresan tinta ilmiah kita adalah warisan pengetahuan bagi generasi mendatang."
Tag: #UNUPasuruan #SINTA4 #JurnalAshlach #UPTP3H #LPPM #PublikasiBereputasi #ManajemenJurnal #AkreditasiNasional